Lem Jilid Buku: Perbedaan Hot Melt EVA, PUR, dan Lem PVA

Lem Jilid Buku: 
Perbedaan 
Hot Melt EVA, 
PUR, dan Lem PVA

Ada tiga jenis lem jilid buku yang paling sering dipakai di percetakan: hot melt EVA, hot melt PUR, dan lem PVA (lem putih). EVA paling umum dan ekonomis untuk jilid lem panas, PUR paling kuat dan lentur untuk buku premium, sedangkan PVA dipakai untuk menempel bahan cover hardcover dan pekerjaan manual.

Tabel perbandingan lem jilid buku

AspekHot melt EVAHot melt PURLem PVA (lem putih)
Bahan dasarEthylene vinyl acetatePolyurethane reactivePolyvinyl acetate berbasis air
Cara kerjaDilelehkan panas, keras saat dinginDilelehkan panas, lalu bereaksi dengan kelembapan udaraKering saat air menguap
Kekuatan rekatBaikSangat kuatBaik untuk kertas dan karton
Kelenturan punggung bukuSedangTinggi, buku lebih mudah dibuka rataLentur
Waktu siap potongCepat, beberapa menitBisa dipotong cepat, kekuatan penuh setelah sekitar 24 jamLambat, perlu waktu kering
Tahan suhu ekstremKurangSangat baikSedang
HargaPaling ekonomisLebih mahalEkonomis
MesinMesin jilid lem panas standarMesin khusus PUR atau tangki tertutupKuas, roller, atau mesin lem dingin

1. Hot melt EVA

Hot melt EVA adalah lem padat berbentuk butiran, batang, atau lempengan yang dilelehkan di tangki mesin jilid lem panas. Setelah dioleskan ke punggung buku dan cover ditempelkan, lem mengeras dalam hitungan detik saat dingin.

Kelebihan EVA adalah cepat, mudah digunakan, dan harganya terjangkau. Itulah sebabnya EVA menjadi pilihan standar usaha fotokopi, jilid skripsi soft cover, dan percetakan buku skala kecil hingga menengah.

Kekurangannya, EVA bisa menjadi getas pada suhu dingin dan melunak pada suhu panas. Buku yang sering dibuka lebar juga bisa retak di punggung, terutama jika lem terlalu tebal.

Bahan hot melt untuk mesin jilid tersedia di kategori hot melt glue Maxipro.

2. Hot melt PUR

PUR (polyurethane reactive) juga dilelehkan dengan panas, tetapi setelah dioleskan ia bereaksi dengan kelembapan udara dan membentuk ikatan kimia yang sangat kuat. Proses ini disebut curing dan umumnya mencapai kekuatan penuh dalam sekitar 24 jam.

Buku dengan lem PUR lebih kuat, lebih lentur, dan bisa dibuka lebih rata dibanding EVA. PUR juga lebih tahan terhadap suhu panas dan dingin, serta merekat lebih baik pada kertas coated seperti art paper.

Kekurangannya, PUR lebih mahal, harus disimpan tertutup karena bereaksi dengan udara, dan membutuhkan mesin serta prosedur pembersihan khusus. Karena itu, PUR lebih sering dipakai di percetakan buku menengah ke atas.

3. Lem PVA (lem putih)

Lem PVA adalah lem berbasis air yang kering saat airnya menguap. Lem ini tidak dipakai di tangki mesin jilid lem panas, tetapi sangat penting dalam produksi hardcover.

PVA dipakai untuk menempel bahan cover ke greyboard, menempel endpaper, memperkuat punggung buku jahit benang, dan pekerjaan kerajinan kertas. Panduan pembuatan hardcover ada di artikel cara membuat hardcover.

Kapan memakai EVA, PUR, atau PVA?

KebutuhanPilihan lem
Jilid skripsi soft cover, makalah, laporanHot melt EVA
Novel dan buku terbitan dengan biaya efisienHot melt EVA
Buku dengan kertas art paper atau fotoHot melt PUR
Katalog tebal dan buku yang harus dibuka rataHot melt PUR
Buku untuk iklim ekstrem atau eksporHot melt PUR
Menempel bahan cover hardcover dan endpaperLem PVA
Blok isi jahit benangLem PVA atau EVA di punggung

Suhu kerja hot melt

Suhu kerja berbeda tergantung produk lem. Sebagai gambaran umum, hot melt EVA untuk jilid buku umumnya bekerja di kisaran sekitar 160–180 °C, sedangkan PUR bekerja di suhu lebih rendah, sekitar 120–140 °C.

Selalu ikuti suhu yang tertera di lembar data produk lem yang Anda pakai. Suhu terlalu rendah membuat lem kental dan rekatnya lemah. Suhu terlalu tinggi bisa membuat lem gosong, berasap, dan kehilangan daya rekat.

Tips hasil jilid lem panas yang kuat

  1. Kasarkan punggung buku. Mesin jilid lem panas biasanya memiliki pisau milling atau notching yang membuat alur kecil di punggung, sehingga lem meresap lebih dalam.
  2. Panaskan lem hingga suhu kerja sebelum mulai produksi. Jangan menjilid saat lem belum cair sempurna.
  3. Atur ketebalan lapisan lem. Lapisan terlalu tebal membuat punggung kaku dan mudah retak, sedangkan terlalu tipis membuat halaman lepas.
  4. Perhatikan arah serat kertas. Serat yang sejajar punggung membuat buku lebih mudah dibuka dan lem bekerja lebih baik.
  5. Biarkan buku dingin sebelum dipotong tiga sisi, agar punggung tidak bergeser.
  6. Bersihkan tangki secara rutin. Sisa lem yang gosong menurunkan kualitas lem baru.
Lem Jilid Buku: 
Perbedaan 
Hot Melt EVA, 
PUR, dan Lem PVA

Masalah umum dan penyebabnya

MasalahKemungkinan penyebabSolusi
Halaman lepasLem kurang panas, lapisan terlalu tipis, punggung tidak dikasarkanNaikkan suhu sesuai data lem, tambah ketebalan, aktifkan milling
Punggung retak saat dibukaLapisan EVA terlalu tebal, buku sering dibuka lebarTipiskan lapisan atau beralih ke PUR
Cover tidak menempel di sampingLem samping tidak terkena, tekanan clamp kurangSetel posisi dan tekanan clamp
Lem berasap atau berwarna gelapSuhu terlalu tinggi atau lem terlalu lama dipanaskanTurunkan suhu, kosongkan dan bersihkan tangki
Halaman art paper mudah lepasLapisan coating menghalangi lem meresapKasarkan punggung lebih dalam atau gunakan PUR

Memilih mesin jilid lem panas

Untuk usaha fotokopi dan percetakan kecil, mesin jilid lem panas dengan tangki EVA sudah mencukupi sebagian besar pesanan. Perhatikan kapasitas tebal buku, kecepatan, adanya pisau milling, dan kemudahan pembersihan tangki.

Pilihan mesin tersedia di kategori mesin jilid lem panas Maxipro. Panduan memilih jenis jilid secara umum ada di artikel jenis jilid buku.

FAQ

Lem apa yang dipakai untuk jilid buku?

Hot melt EVA untuk jilid lem panas standar, hot melt PUR untuk buku premium yang lebih kuat, dan lem PVA untuk menempel cover hardcover dan endpaper.

Apa beda lem EVA dan PUR?

EVA mengeras saat dingin dan lebih ekonomis. PUR bereaksi dengan kelembapan udara membentuk ikatan yang lebih kuat, lentur, dan tahan suhu, tetapi lebih mahal.

Berapa suhu lem hot melt untuk jilid buku?

Umumnya sekitar 160–180 °C untuk EVA dan 120–140 °C untuk PUR. Ikuti angka di lembar data produk lem yang dipakai.

Kenapa halaman buku jilid lem panas mudah lepas?

Penyebab umum adalah suhu lem kurang, lapisan terlalu tipis, punggung tidak dikasarkan, atau kertas coated yang sulit diresapi lem EVA.

Berapa lama lem PUR kering?

Buku bisa dipotong dalam waktu singkat, tetapi kekuatan penuh PUR umumnya tercapai setelah sekitar 24 jam.

Apakah lem PVA bisa dipakai di mesin jilid lem panas?

Tidak. PVA adalah lem berbasis air untuk pekerjaan dingin, seperti menempel bahan cover hardcover dan endpaper.

Lem apa yang paling kuat untuk buku art paper?

Hot melt PUR, karena merekat lebih baik pada kertas coated dibanding EVA.

Di mana membeli lem hot melt untuk mesin jilid?

Lem hot melt untuk mesin jilid tersedia di distributor mesin percetakan, termasuk kategori hot melt glue di Maxipro.

Kesimpulan

Pemilihan lem jilid buku menentukan kekuatan dan kenyamanan buku saat dibaca. Hot melt EVA adalah pilihan ekonomis untuk sebagian besar pekerjaan jilid, PUR untuk buku premium dan kertas coated, dan PVA untuk produksi hardcover. Kombinasikan lem yang tepat dengan suhu, ketebalan lapisan, dan punggung yang dikasarkan. Lengkapi usaha jilid Anda dengan mesin jilid lem panas dan hot melt glue dari Maxipro.