Cara mengatasi mesin laminating terlalu panas

proses-jual-mesin-laminasi-canggih

Kalian sudah membaca artikel TIPS: Merawat Mesin Laminating yang Lengket dan Macet ? Maxipro kali ini akan membahas detail tentang cara mengatasi mesin laminasi yang terlalu panas atau bahkan berasap. Perlu diketahui mesin laminating panas (Thermal) yang berasap disebabkan oleh beberapa faktor, karena masih banyaknya pengusaha fotocopy atau percetakan yang bingung menghadapi mesin laminating yang terlalu panas bahkan hingga mengeluarkan asap.

Mesin laminasi yang berasap sebetulnya terjadi bukan disebabkan adanya masalah yang serius, hal ini karena kotoran bekas laminating yang menempel di roll pemanas sehingga ketika mesin dihidupkan mesin akan membakar kotoran sehingga berasap.

Namun kalian juga harus membedakan asap yang muncul hitam atau berbau seperti hangus bisa jadi mesin mengalami over head atau kerusakan pada mesin. Biasanya laminating yang berasap karena bekas kotoran berwarna putih, atau bisa juga muncul percikan api jika kabel pada pemanas terkelupas dan harus diganti.

Gambar: Cara mengatasi Laminasi terlalu panas

Baca juga: Tips Mudah Laminating dengan Menggunakan Setrika

Sedangkan untuk mesin laminasi yang tidak terlalu panas biasanya diakibatkan boat relay tidak bereaksi. Cara kerja element panas disuplay oleh kontak relay, jika relay bermasalah tentu akan menjadi permasalahan pada element panas yang tidak mendapat suplay tegangan dengan baik sehingga menjadi penyebab utama mesin laminating tidak panas. Ciri-cirinya bisa diketahui dari jarum pengukur panas tidak bergerak, sehingga harus melakukan pembongkaran pada mesin laminating dan melakukan pengecekan pada bagian relay.

Langkah Penggunaan Mesin Laminating yang benar

Sebelum melakukan Proses Laminasi dengan Mesin Terbaik Maxipro. Berikut ini langkah-langkah menggunakan mesin secara benar;

  1. Pemanasan Mesin, Pemanasan mesin berlangsung sekitar kurang lebih 5 menit. Setting temperatur pada suhu agak tinggi diangka 160 derajat. Tunggu sampai lampu indikator menyala warna hijau. 
  2. Setelah Indikator hijau menyala, turunkan pengaturan suhu diangka 140 derajat. Pada langkah ini lampu indikator akan mati dengan sendirinya karena suhu mesin sebenarnya masih diatas 140 derajat dan mesin secara otomatis menjadi stop. Lampu akan menyala kembali setelah suhu pas diangka 140 (angka sekedar gambaran) 
  3. Periksa tingkat panas, jalanya roll dengan uji coba kertas kosong yang masih lurus / jangan yang lecek. Pastikan kertas pengetesan dapat berjalan dengan baik dan keluar sempurna tanpa hambatan. setelah yakin mulus, masuk pada tahap kerja
  4. Masukan dokumen ditengah tengah plastik laminating, pastikan bagian depan adalah sisi yang tertutup dan bagian belakang adalah bagian yang terbuka. Biarkan roller menarik sesuai dengan kecepatan mesin, tidak boleh ditarik paksa. 
  5. Lihat hasilnya, bila plastik sudah tampak bening merata artinya laminating berhasil, namun bila masih ada yang bintik, tidak menempel artinya mesin kurang panas. Sebaliknya bila plastik menjadi melar (memuai) sperti tertarik maka suhu masih terlalu panas.
  6. Masukan dokumen selanjutnya sampai dokumen pertama benar benar sudah keluar. 
  7. Matikan secara penuh atau Stanby. Bila tidak akan digunakan lagi maka mematikan mesin secara penuh dapat dimulai dengan memutar suhu ke-arah rendah (0) tekan tombol OFF biarkan beberapa saat baru kemudian cabut sumber daya listrik. Bila akan digunakan lagi pada hari yang sama seperti pada fotocopy center dapat di biarkan dalam mode standby.. roll boleh berputar terus dalam suhu terendah.  

Dapat disimpulkan bahwa mesin laminasi yang mengeluarkan asap disebabkan oleh kotoran bekas sisa plastik yang menempel di roll pemanas, hal ini sangat mudah diatasi dengan cara membersihkan sisa-sisa plastik yang menempel menggunakan alkohol. Untuk rekomendasi mesin laminasi bisa kalian kunjungi web Maxipro.co.id.

×