Sejarah Perkembangan Cetak Sablon - Maxipro

Sejarah Perkembangan Cetak Sablon - Maxipro

Cetak Saring atau sablon adalah salah satu teknik proses cetak yang menggunakan layar (screen) dengan kerapatan tertentu dan umumnya berbahan dasar Nylon atau sutra (silk screen). Karena dinilai efektif dan efisien, sampai sekarang cara masih banyak digunakan oleh masyarakat modern.

Walaupun sudah ditemukan mesin printer yang dapat menggantikan cetak sablon, namun cara ini terbilang harganya masih sangat mahal. Sehingga masih banyak percetakan yang menggunakan teknik sablon secara manual yang lebih hemat biaya.

Asal Usul Cetak Saring / Sablon (960-1279 M)

Teknik sejarah sablon pertama kali ditemukan di China, pada zaman Dinasti Song (960 – 1279 M). Kemudian beberapa negara Asia seperti Jepang dan lainnya mengadopsi metode cetak baju kaos ini dan mengembangkannya dengan memadukannya dengan penggunaan teknik sablon atau cetak lainnya. Oleh karena itu di China lah sejarah sablon itu muncul.

Sejarah Perkembangan Cetak Sablon - Maxipro

Cetak sablon atau sejarah cetak saring telah lama di kenal dan digunakan oleh bangsa jepang sejak tahun 1664, abad ke 17, ketika itu Yujensai Miyasaki dan Zisukeo mengembangkannya dengan menyablon kain kimono beraneka motif.

Penyablonan kimono itu dilatarbelakangi oleh kaisar yang melarang menggunakan kimono bertulisan tangan. Pasalnya, Kaisar sangat prihatin karena tingginya harga kimono motif tulisan tangan yang beredar di pasar.

Dengan keluarnya kebijakan tersebut permintaan kimono tulis tangan dapat ditekan, dan kimono motif sablon mulia banyak digunakan oleh masyarakat jepang.

Sejak itu teknik cetak sablon mulai merambah ke negara-negara sekitar akhir abad ke-18. Akan tetapi cetak sablon pada masa itu berkembang tidak terlalu baik, karena belum ditemukan penggunaan kain kasa atau screen untuk mencetak sablon. Penyablonan masih menggunakan teknik pengecapan atau menggunakan model cetak atau mal.

Teknik Sablon Menggunakan Chiffon (1907 M)

Mengapa Saat Menyiapkan Alat Dan Bahan Sablon Tak Boleh Berlebihan? - Maxipro.co.id

Pada tahun 1907, seorang pria kebangsaan Inggris, Samuel simon, mengenalkan teknik sablon dengan menggunakan Chiffon sebagai pola (form) untuk mencetak.

Chiffon merupakan bahan rajut yang terbuat dari kasa atau kain saring. Gambar yang tercetak akan mengikuti pola gambar yang ada pada kain kasa. Itu sebabnya teknik ini dikenal dengan sebutan silk screen printing yang berarti mencetak dengan menggunakan kain saring sutra.

Penemuan Mesin Sablon Rotary (1960 M)

Mesin Sablon Rotary

Pada tahun 1960, seorang wirausahawan sekaligus seniman dari Amerika bernama Michael Vasilantone, mengembangkan suatu mesin sablon rotary untuk lebih dari satu warna serta mematenkannya.

Mesin penyablonan tersebut pada awalnya diproduksi untuk mencetak logo dan tulisan pengenal untuk kaos pada klub bowling. Namun pada akhirnya lebih dikembangkan lagi sebagai suatu solusi baru dalam sejarah sablon untuk mencetak kaos satu hari jadi.

Paten yang diajukan oleh Vasilantone tidak membutuhkan waktu yang lama. Dalam kurun waktu kurang dari 5 tahun, mesin sablon model rotary ala Vasilantone ini akhirnya dikenal oleh berbagai pengusaha di Amerika. Tak hanya itu, mesin sablon baju kaos tersebut pun menjadi salah satu mesin paling populer dalam dunia industri penyablonan hingga kini.

Sekarang, lebih dari 50% kegiatan pencetakan sablon kaos di Amerika Serikat dan seluruh dunia menggunakan teknik sablon baju kaos ala Vasilantone. Kemudian pada 1967 Vasilantone mematenkan mesin sablon kaos rotary-nya.

Hak paten dunia pun muncul atas namanya dengan nomor 3.427.964 pada tanggal 18 Februari 1969.

Penemuan Sistem Sablon Separasi (1986 M)

sistem sablon color separation

Pada bulan Juni 1986, Marc Tartaglia, Marc Tartaglia Jr. and Michael Tartaglia berhasil menciptakan peralatan sablon kaos yang didaftarkan hak patennya.

Mereka mematenkan sistem sablon separasi yang membuat desain full warna bisa disablon dan diaplikasikan pada beberapa kain atau lembaran bahan kain dengan melalui media printer screen yang terbuat dari jala sutra.

Kini, teknologi sejarah sablon sangat umum dipakai dalam berbagai industri yang volume produksinya tinggi seperti poster dan display untuk iklan. Biasanya, untuk teknik sablon dengan hasil full color bisa dibuat dengan sablon CMYK (cyan, magenta, yellow and black (‘key’)).

Selain sejarah cetak saring atau sablon, ada juga sejarah singkat mengenai mesin cetak nya. Dimana membahas mengenai sejarah sablon dari mesin cetak dari jaman ke jaman. Sejarah singkat mesin cetak.

Yuk langsung saja kunjungi dan belanja di website kami yaaa !!!

Sejarah Perkembangan Cetak Sablon - Maxipro