Sejarah Dan Proses Dari Cara Cetak Xerography - Maxipro

Sejarah Dan Proses Dari Cara Cetak Xerography - Maxipro

Dalam kehidupan sehari-hari yang semakin modern dan padat, masyarakat dituntut untuk serba cepat dan akurat dalam setiap kegiatannya. Seperti dalam melakukan suatu pekerjaan, seseorang dituntut untuk bisa menyelesaikan tugas dan kewajibannya dengan cepat dan tepat. Fenomena tersebut mendorong timbulnya kebutuhan alat pendukung untuk mempercepat pengerjaan suatu tugas yang dimiliki seseorang.

Di dunia percetakan, salah satu pekerjaan yang bisa dilakukan secara instan adalah fotocopy. Kegiatan fotocopy dilakukan dengan bantuan mesin fotocopy. Dengan fotocopy, pekerjaan seperti duplikasi dokumen akan lebih mudah dilakukan, sehingga tidak perlu menggunakan cara manual seperti menulis ulang untuk menggadakan data atau dokumen.

Sebelum kita bahas mengenai mesin fotocopy, perlu kita ketahui apa itu fotocopy terlebih dulu.

Apa sih yang dimaksud dengan fotocopy?

 

 

Fotocopy berasal dari kata Bahasa Inggris yakni “photocopy” yang memiliki arti menggandakan (copy) dokumen berupa objek yang bisa saja berupa tulisan ataupun gambar (photo). Sedangkan menurut pengertiannya, fotocopy sendiri merupakan proses penggandaan atau penduplikatan suatu dokumen pada kertas melalui proses penyinaran.

 

Sejarah Dan Proses Dari Cara Cetak Xerography - Maxipro

 

Selanjutnya, mengenai mesin fotocopy sudah tidak asing lagi bagi kita bukan? Karena saat ini sudah banyak digunakan tidak hanya di dunia perkantoran dan percetakan tapi juga ke dalam dunia akademis dan kehidupan sehari-hari. Bahkan di era digital yang dapat menduplikasi dokumen secara digital, mesin fotocopy pun masih tetap dibutuhkan.

Mesin fotocopy merupakan alat yang bisa menggandakan dokumen atau ilustrasi melalui pemanfaatan panas, cahaya, bahan kimia, hingga muatan listrik statis. Cara kerjanya ialah dengan membuat salinan dari dokumen asli ke media kertas lainnya. Dalam perkembangannya, mesin fotocopy juga sudah digunakan untuk melakukan scanning kemudian dikonversi dokumen ke dalam bentuk PDF atau menduplikasi dokumen dengan tinta berwarna.

Oh ya, mesin fotocopy yang sekarang ada di sekitar kita, rupanya juga mengalami berbagai macam perubahan loh sejak pertama kali ditemukan! 

Apakah kalian ingin mengetahui sejarah mesin fotocopy?

Yuk, kita pelajari lebih dalam mengenai perkembangan mesin fotocopy sejak pertama kali ditemukan hingga sekarang!

SEJARAH MESIN FOTOCOPY

Teknologi modern awal yang digunakan secara luas pada mesin fotocopy disebut dengan xerography yang dikenalkan oleh Xerox pada tahun 1959. Xerography adalah sebuah konsep yang merupakan pengembangan dari teknik fotocopy namun tanpa menggunakan bahan kimia dalam prosesnya.

Asal mula dari xerography ditemukan oleh fisikawan asal amerika yaitu Chester Carlson pada 6 Oktober 1942. Teknik ini awalnya dinamakan dengan electrophotography, pada ujungnya dinamakan dengan xerography. Dalam artian yunani “Xero” berarti kering dan “Graphos” berarti grafis atau tulisan, dikarenakan proses ini tidak menggunakan cairan berbasis kimia seperti tinta dan perekat pada metode cetak lainnya.

 

Sejarah Dan Proses Dari Cara Cetak Xerography - Maxipro

 

Pada awalnya, para insiyur menganggap teknik xerography sebagai sebuah temuan tak berguna. Beberapa tahun berlalu dan akhirnya banyak orang yang menyadari adanya potensi dari teknik tersebut. Perusahaan-perusahaan seperti IBM, Kodak, General Electric and RCA yang dulunya menolak tawaran kerja sama dari Carlson pun berbalik menghubunginya.

Sebuah organisasi non-profit bernama Lembaga Battelle Memorial memberikan modal pada riset yang dilakukan Carlson atas teknik xerography, yang kemudian bekerja sama berupa perjanjian lisensi atas teknik tersebut kepada suatu perusahaan bernama Haloid. Perusahaan itu nantinya akan berubah nama menjadi Xerox.

Sejak saat itu hingga sekarang, xerography (xerografi) menjadi teknologi standar pada sebagian besar mesin fotocopy. Teknologi xerography secara prinsip adalah menggunakan photoreceptor.

ceptor yang sensitif terhadap cahaya lalu kemudian di ekstrak dan mentransfer partikel-partikel dokumen ke atas kertas baru dalam bentuk menduplikasi dari dokumen yang difotocopy. Partikel-partikel atau toner tersebut kemudian disatukan diatas kertas dengan menggunakan tekanan dan panas, karena itulah kertas yang keluar dari mesin fotocopy selalu terasa panas.

Xerography (xerografi) yang dikembangkan oleh Xerox ini kemudian digunakan secara luas, bahkan perusahaan-perusahaan kertas memproduksi kertas yang sesuai dengan teknologi xerography (xerografi) sebagai standar spesifikasinya.

Kelebihan teknologi xerography (xerografi) adalah:

  1. Dapat menggunakan kertas yang belum diproses.
  2. Biaya yang dibutuhkan tergolong rendah (low cost).
  3. Memungkinkan untuk menduplikasi dokumen pada kedua sisi kertas.
  4. Memiliki tingkat pengontrolan warna yang baik.
  5. Dapat melakukan pemindaian beberapa kertas secara otomatis.
  6. Kemampuan untuk menduplikat dokumen sangat cepat, sehingga bisa digunakan untuk pekerjaan yang berjumlah banyak.

FAKTA UNIK MESIN FOTOCOPY

Mesin fotocopy memiliki sejarah dan berkembang cukup panjang. Fungsinya yang sampai sekarang belum tergantikan meski era digital sudah semakin canggih. Setelah mengenal dan mengetahui sejarahnya, ini adalah beberapa fakta keunikan dari mesin fotocopy:

  1. Sekitar 20% panggilan service mesin fotocopy di seluruh dunia adalah karena mesin fotocopy diduduki pada bagian kaca untuk memfotocopy pantat, hal ini dapat merusak sistem didalamnya.
  2. Pada akhir tahun 50-an, Xerox corporation mengirim 7 mesin fotocopy berwarna pada Disney yang kemudian digunakan untuk memproduksi film 101 Dalmantian.
  3. Istilah xerography berarti “menulis dengan kering” diberikan untuk menggantikan nama electrophotography dengan alasan marketing.
  4. Sebelum mesin fotocopy ditemukan oleh Chester Carlos, manusia menduplikasi dokumen dengan menggunakan tulisan tangan atau menggunakan kertas karbon.

PROSES DARI XEROGRAPHY DALAM FOTOCOPY

Terdapat beberapa proses yang terjadi dalam teknik xerography, yaitu charging, exposure, development dan transfer. Untuk lebih jelasnya, kalian bisa memperhatikan gambar di bawah ini.

 

Sejarah Dan Proses Dari Cara Cetak Xerography - Maxipro

Sejarah Dan Proses Dari Cara Cetak Xerography – Maxipro

 

a. Charging

Proses ini adalah dimana proses untuk menghidupi sebuah gendang untuk menggerakkannya atau photoreceptor yang akan dialiri dengan -600 volts untuk menghasilkan image hitam ke putih dan putih ke hitam dari hasil kutub negatif dan positif.

b. Exposure

Dokumen atau kertas yang ingin dicopy akan diterangi oleh cahaya lampu pada dasar piringan dimana cahaya, lalu akan melewati kertas yang akan dicopy dan akan kembali ke posisi startnya. Ini dimana gambar akan diproyeksi ke gendang yang bergerak.

c. Development

Pada proses ini gendang akan diberi toner untuk pada proses jalannya kertas akan diberikan warna dan gambaran yang jelas.

d. Transfer

Proses ini adalah proses akhir dimana kertas akan melewati gendang dan kertas akan diberi gambar dengan kombinasi dari penarikan elektrostatis dan tekanan yang digabungkan dengan panas.

Manfaat Mesin Fotocopy

Manfaat dari mesin fotocopy adalah pertama, untuk menyalin dokumen penting sehingga dokumen yang kita miliki bisa memiliki duplikat atau salinannya. Selain itu, mesin fotocopy juga bermanfaat untuk mempercepat proses penyalinan dokumen itu sendiri.

Itu dia adalah sedikit penjelasan tentang sejarah, fakta keunikan dan prosees dari fotocopy. Bila kalian membutuhkan mesin percetakan untuk usaha maupun perorangan silahkan kunjungi kami Maxipro.co.id.

Yuk langsung saja kunjungi dan belanja di website kami yaaa !!!

Sejarah Dan Proses Dari Cara Cetak Xerography - Maxipro