Sejarah Dan Proses Engraving - Maxipro

Sejarah Dan Proses Engraving - Maxipro

Apa itu Engraving ? Dan apa pengertian Engraving itu? Engraving adalah ukiran yang menggunakan teknik seni grafis yang melibatkan membuat sayatan ke dalam pelat logam yang menahan tinta dan membentuk gambar yang dicetak.

Desain Engraving atau Ukiran secara manual diiris menjadi pelat Engraving menggunakan burin, istilah alat Engraving adalah seperti pahat yang halus dengan ujung berbentuk permen.

Apa Itu Teknik Engraving?

Teknik engraving (ukiran) merupakan teknik lama dan penting dalam dunia seni grafis, secara historis Teknik Engraving (ukiran) juga menjadi bagian metode yang penting untuk membuat map, karya seni grafis dan produk komersial seperti buku dan majalah.

Tidak hanya itu Teknik Engraving (ukiran) juga dapat digabungkan dengan teknik lain seperti mezzotint (teknik cetak dalam menggunakan plat logam) dan etching (teknik pembuat dimensi atau kedalaman material) banyak ahli cetak menggunakan teknik campuran tersebut.

Teknik engraving (ukiran) memiliki teknik yang lumayan sulit untuk dipelajari tidak seperti etching, karena itulah etching lebih banyak dipakai untuk teknik lainnya dalam seni grafis.

Cara Melakukan Engraving (Mengukir)

Berikut adalah beberapa langkah yang bisa Anda ikuti untuk melakukan proses engraving atau mengukir.

1. Mempersipakan Alat-alat Engraving, Graver Atau Burin

Sejarah Dan Proses Engraving - Maxipro

Sebelum memasuki ke tahap Teknik Engraving (Ukiran), pencetak atau desainer harus menyiapkan beberapa alat seperti graver (alat berbentuk jarum), florentine dan burin. Graver digunakan untuk memotong dan membuat garis pada media cetak dan burin berfungsi untuk membantu hasil garis cetak dari graver agar terlihat rapi.

2. Mengetahui atau Mencoba Akurasi Alat Kerja

Proses kedua ini sangat penting bagi pencetak, yaitu akurasi dari hasil memotong garis ke media. Jika tidak memiliki akurasi yang bagus saat memotong atau mengukir dikarenakan alat graver berkarat atau jelek maka hasil cetakan akan terlihat berantakan dan hasil yang tidak memuaskan

3. Memastikan Ketajaman Alat Ukir

Tidak hanya akurasi dan konsentrasi pada sang pencetak, alat yang digunakan pada Teknik Engraving (Ukiran) juga harus dirawat dengan baik dan diasah terus menerus agar tetap tajam sehingga hasil cetak dapat terlihat bagus.

4. Menyiapkan Desain yang Akan Dicetak

Desain yang akan dicetak juga disiapkan, walaupun ada beberapa ahli cetak yang sudah dapat mencetak hasil desain sendiri.

5. Memotong Lapisan Media Cetak

Secara tradisional tahapan ini menggunakan kombinasi tekanan dan manipulasi karya kerja, yaitu menggunakan teknik tradisional “hand push” yang sampai sekarang masih dipelajari. Inilah mengapa menggunakan teknik Engraving (Ukiran) sangat susah.

Mamun di era modern sekarang ini alat engraving lebih mudah digunakan karena sudah dilengkapi sistem pneumatic. Pneumatic merupakan sistem potong menggunakan tekanan udara yang dibuka tutup dengan pipa udara menggunakan foot control yang berbentuk seperti peda.

Berkat teknologi ini alat engraving dapat menghasilkan 15.000 pukulan per menit.

Sejarah Mesin Laser Cutting Engraving

Mesin Laser Cutting Pertama

Mesin laser cutting pertama yang dikomersilkan

Pada tahun 1965, mesin laser cutting digunakan sebagai alat engraving pertama kali untuk mengebor berlian. Mesin laser cutting engraving dibuat oleh pusat teknik western electric pada tahun 1967. Pada awal 1970, mesin laser cutting dijadikan pemotong titanium untuk aplikasi ruang angkasa.

Mesin laser cutting engraving banyak digunakan dalam industri kreatif, seperti membuat souvenir/merchandise yang terbuat dari akrilik, marmer, kaca, kayu, kertas, karet stempel, kulit sintetis, dan lain sebagainya.

Jenis-jenis mesin laser cutting engraving juga dibuat sesuai ukuran yang umum digunakan dalam pengolahan suatu bahan/material untuk produksi produk kreatif. Mesin laser cutting engraving juga bisa digunakan untuk memproses banyak bahan/material.

Power laser/sinar laser plasma bisa diatur sesuai kebutuhan. Sehingga bisa digunakan untuk menggores dan mengukir (grafir) dengan daya laser yang cukup kecil. Namun dibutuhkan waktu yang lama untuk mengerjakannya.

Sedangkan untuk memotong dibutuhkan daya laser yang besar tetapi waktu proses pengerjaan yang lebih cepat dibanding proses grafir.

Adapun Kemampuan mesin laser cutting engraving adalah sebagai berikut :

  • Menggores (Marking), sinar laser merusak bagian permukaan material sehingga meninggalkan tanda berupa goresan.
  • Grafir (Engraving), sinar laser plasma menggores permukaan material dengan kedalaman yang berbeda sehingga menghasilkan bentuk Ukiran atau Gambar atau Motif yang sesuai dengan Gambar yang kita inginkan..
  • Melubangi (Perforating / Punching / Cutting), sinar laser dapat melubangi material dengan bentuk sesuai yang kita Inginkan.

Adapun Kelebihan dari mesin laser cutting engraving adalah sinar laser plasma yang digunakan sebagai alat ukir (grafir) dan alat potong. Kualitas grafir sangatlah bagus dan detail, serta memiliki nilai seni yang baik dan prosesnya juga yang sangat cepat.

Mesin laser cutting engraving juga biasa digunakan pada perusahaan manufaktur. Bahkan banyak juga usaha percetakan yang memiliki mesin laser cutting engraving. Karena alat ini sangat serbaguna dan mampu menghasilkan karya seni yang luar biasa dan pengembangan yang tak terbatas.

Mesin Laser Cutting Telson 1390 Double Head

Yuk langsung saja kunjungi dan belanja di website kami yaaa !!!

Sejarah Dan Proses Engraving - Maxipro