Sebaiknya Press atau Laminating Dokumen Ijazah? Apakah Boleh? - maxipro.co.id

Sebaiknya Press atau Laminating Dokumen Ijazah? Apakah Boleh? - maxipro.co.id

Laminating ijazah menjadi hal umum di masyarakat. Begitu juga dengan dokumen berharga lainnya. Hal ini tak lepas dari keinginan untuk menjaganya tetap awet dan tidak mudah rusak. Sebab mau tidak mau, ijazah menjadi syarat mendaftar ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Jika rusak, mengurus ulang dokumen menjadi hal yang merepotkan. Belum lagi waktu dan biaya yang dihabiskan. Ditambah bila sudah mepet deadline yang malah bikin semakin pusing. Kekhawatiran ini penyebab kebanyakan orang akhirnya latah mengikuti tren laminating ijazah.

Lalu apakah salah laminating ijazah? Sebaiknya press atau laminating? Apa bedanya dan bagaimana cara melakukannya? Simak jawabannya pada ulasan berikut.

Dapatkan: Promo! Mesin Laminating Dan Laminasi Roll – Maxipro

Apakah Salah Melaminating Dokumen Resmi? Tergantung!

laminating sertifikat ijazah

Biasanya dokumen resmi seperti ijazah dicetak menggunakan kertas khusus. Selain itu, biasanya juga dilengkapi fitur keamanan yang membuatnya menjadi lebih sulit dipalsukan. Dimana setiap wilayah atau lembaga juga menggunakan bahan dan fitur yang berbeda-beda.

Semua fitur keamanan dan otentikasi ini mungkin menjadi sulit dilihat atau hilang jika melalui proses laminating. Sehingga sulit mengidentifikasi, apakah dokumen tersebut asli atau palsu.

Melaminating dokumen memang dapat melindungi dari kerusakan. Namun, Anda perlu memikirkan kembali sebelum melakukannya. Berikut adalah fakta untuk membantu Anda mempertimbangkan kapan harus atau tidak melaminating dokumen berharga.

Mengapa Kebanyakan Orang Laminating Ijazah?

  1. Laminating melindungi kertas agar tidak rusak. Baik karena cairan, debu/kotoran, minyak, dan benda tajam.
  2. Laminating dipercaya dapat memperpanjang umur dokumen.
  3. Meningkatkan kekuatan, kualitas dan penampilan produk.

Masih banyak lagi alasan mengapa banyak orang memilih laminating. Namun, laminating ijazah, foto, akta kelahiran, dan dokumen berharga tidak sepenuhnya menguntungkan. Berikut adalah alasan kenapa sebaiknya berhenti melaminating dokumen berharga.

Alasan Laminating Dokumen Bukan Hal yang Bagus?

Pandangan umum masyarakat, laminating dapat membuat kertas lebih awet, bersih, dan aman. Laminating memang memiliki keuntungan karena dapat mengamankan dokumen. Namun, ada kelemahan yang harus dipertimbangkan sebelum terpaksa untuk melaminating dokumen tersebut.

1. Dapat Merusak Dokumen Berharga

Kesalahan dalam mengoperasikan mesin laminating dapat merusak dokumen berharga Anda. Seperti karena overheating yang dapat membakar kertas jika tidak ditangani dengan benar. Hasil keriting, bergelembung, miring, atau mesin mati di tengah proses tentu bisa menimbulkan kerusakan permanen.

2. Meratakan Tanda/Segel/Stempel Keamanan

Beberapa ijazah atau dokumen resmi biasanya berisi cetakan timbul, segel keamanan, tanda atau stempel. Namun ketika dilaminating, permukaannya akan benar-benar menjadi rata. Beberapa organisasi atau lembaga internasional begitu serius tentang segel ini, dokumen yang rata mungkin tidak mudah diverifikasi atau disetujui.

3. Sulit Diduplikasi atau Fotocopy

Dalam kondisi ketika harus melakukan penggadaan, kertas yang dilaminating mungkin tidak memunculkan hasil terbaik. Sebab sifat plastik laminating yang reflektif. Sehingga menghasilkan garis, tulisan, dan warna yang terdistorsi.

4. Susah untuk Dikoreksi atau Dirubah

Sulit untuk mencetak dua kali dokumen yang sama jika terjadi kesalahan penulisan. Sehingga bisa dengan cara diberi catatan pinggir oleh pengadilan negeri. Kalau terlanjur dilaminating menjadi sulit untuk mengoreksinya.

5. Dokumen yang Dilaminating Kemungkinan Tidak Diterima

Instansi seperti kedutaan, sering meragukan keaslian dokumen yang dilaminating. Sebab, dokumen seperti paspor memiliki fitur khusus yang hanya dapat dilihat di bawah sinar UV. Jadi ketika dilaminating mungkin menjadi sulit untuk diketahui. Sehingga menjadi alasan sebagai besar lembaga menolak dan melarang dokumen yang dilaminating.

Beberapa Saran Jika Tetap Berniat Laminating

Jika Anda tetap ingin laminating ijazah dan dokumen lainnya, maka pastikan mesin laminating yang digunakan dalam kondisi baik. Untuk memastikannya, perhatikan beberapa hal berikut ini:

  1. Gunakan Mesin Laminating berkualitas, lebih baik berinvestasi pada kualitas.
  2. Baca dan pahami dengan seksama buku petunjuk Mesin Laminating.
  3. Atur suhu laminating sesuai dengan ketebalan plastik laminating yang dipakai.
  4. Pastikan mesin tidak overheating agar tidak merusak kertas.
  5. Tes dulu menggunakan kertas tak terpakai untuk memastikan hasilnya.

Perbedaan Laminating dan Press Dokumen

Dokumen penting dan berharga wajib dijaga dan disimpan secara aman. Selain menyimpan di tempat yang tepat, diperlukan juga perlindungan khusus. Secara sekilas memang laminating terlihat lebih baik daripada press mika. Apakah kalian tahu perbedaan keduanya?

Apa Itu Press Mika?

press mika ijazah

Press mika atau press tepi adalah membungkus kertas dokumen dengan plastik khusus yang ditutup dengan cara press bagian tepiannya. Dimana bisa dibuka dengan mudah dan tidak merusak. Sebab tidak ada lem yang menempel pada kertas. Berikut beberapa poin perbedaannya.

  1. Menggunakan mesin sealer untuk press bagian tepi plastik mika.
  2. Memakai bahan plastik press mika.
  3. Bisa dibuka dengan mudah.

Apa Itu Laminating?

Laminating adalah melapisi kertas dengan plastik perekat yang akan menempel ketika dipanaskan. Sehingga plastik akan menempel pada seluruh permukaan kertas dan sulit untuk dilepas.

  1. Menggunakan mesin laminating.
  2. Memakai bahan plastik laminating pouch.
  3. Sulit untuk membuka laminating.

Cara Laminating Dokumen Resmi Berharga

Lihat kembali pembahasan “Beberapa Saran Ketika Tetap Berniat Laminating” sebelum melanjutkan proses laminating dokumen seperti ijazah. Sebab sulit untuk memperbaiki hasil laminating ketika terjadi kegagalan.

Jika sudah, simak cara laminating dokumen ijazah menggunakan Mesin Laminating Telson YG320 berikut ini.

  1. Siapkan mesin laminating dan laminating pouch sesuai ukuran dokumennya.
  2. Nyalakan dan atur suhu laminating antara 110 °C, jika menggunakan bahan 100 micron.
  3. Tunggu sampai mencapai suhu yang diinginkan atau hingga lampu indikator berwarna hijau.
  4. Sambil menunggu masukkan dan atur posisi dokumen ke dalam laminating pouch.
  5. Jika telah siap, tes terlebih dahulu menggunakan kertas yang tidak terpakai.
  6. Setelah hasilnya sesuai, selanjutnya lakukan proses laminating dokumen.

Cara Press Ijazah / Akta Kelahiran / Kartu Keluarga

Mesin Hand Sealer

Mesin Hand Sealer

Selain laminating, Anda bisa mendapatkan perlindungan menggunakan press mika. Dimana, dibutuhkan mesin sealer untuk melakukannya. Berbeda dengan laminating, tidak dibutuhkan perekat untuk melakukan press. Berikut langkah-langkah melakukan press ijazah dengan baik dan benar.

  1. Siapkan mesin sealer dan bahan press mika sesuai ukuran ijazah.
  2. Atur suhu mesin sealer antara angka sekitar 4,5 agar tidak terlalu panas.
  3. Sambil menunggu panas, masukkkan ijazah ke dalam plastik press mika dar atur posisinya agar terlihat rapi dan bagus.
  4. Selanjutnya press bagian tepi mika menggunakan mesin sealer.
  5. Setelah tertutup sempurna, rapikan menggunakan gunting bagian plastik press mika yang tidak terpakai.

Bagaimana Jika Ijazah Terlanjur Dilaminating?

Beberapa orang menemui masalah karena terlanjur melaminating ijazah atau dokumen lainnya. Jika Anda berada dalam situasi ini, apa yang akan Anda lakukan?

Nah, berikut akan kami bagikan cara untuk membuka laminating untuk mengatasinya. Namun Anda harus bertanggung jawab atas keberhasilan atau kegagalannya. Sebab jika memang dilakukan dengan benar, maka akan didapatkan hasil yang baik.

Untuk melepas / membuka plastik film laminating ijazah Anda, ikuti langkah-langkah di bawah ini.

  1. Gunakan gunting untuk memotong bagian tepi plastik laminating dan membuat lubang kecil sebagai awalan.
  2. Nyalakan setrika dan atur panas suhu terendah agar tidak terlalu panas.
  3. Panaskan plastik laminating dengan menggunakan setrika, dan mulailah perlahan membuka plastik laminating dimulai dari tepi yang telah digunting.
  4. Pastikan buka secara perlahan agar tidak sampai merusak kertas.

Laminating dokumen seperti ijazah, kartu keluarga, paspor, dan dokumen hukum lainnya memang bukanlah ide baik. Lebih gunakan waktu dan atur dokumen penting Anda dengan benar.

Baik dengan menyimpan pada tempat yang aman, membuat salinan secara digital atau softfile, fotocopy, dan membungkusnya memakai plastik press mika. Sehingga tetap dalam kondisi terbaik, saat Anda benar-benar membutuhkannya.

Yuk langsung saja kunjungi dan belanja di website kami yaaa !!!