![]()
Ukuran kertas plano yang paling umum di Indonesia adalah 65 × 100 cm, 79 × 109 cm, dan 61 × 86 cm, ditambah 65 × 90 cm dan 90 × 120 cm untuk jenis kertas tertentu. Plano adalah lembar kertas besar dari pabrik yang belum dipotong. Dari satu plano 79 × 109 cm, percetakan bisa mendapat 4 lembar A3+ (32,5 × 48,3 cm) atau 10 lembar A4 dengan jarak potong 3 mm.
Ringkasan cepat:
- 65 × 100 cm: ukuran plano serbaguna untuk HVS, art paper, matt paper, dan art carton.
- 79 × 109 cm: ukuran plano yang dipakai hampir semua jenis kertas, termasuk duplex, kraft, dan kertas undangan.
- Belah 4 plano 65 × 100 cm menghasilkan lembar 32,5 × 50 cm, cikal bakal ukuran A3+.
- Rumus berat 1 rim (500 lembar) = panjang (m) × lebar (m) × gramatur × 500 ÷ 1.000 kg.
Apa itu kertas plano?
Kertas plano adalah kertas lembaran berukuran besar yang dijual pabrik atau distributor sebelum dipotong menjadi ukuran pakai seperti A4, F4, atau A3+. Istilah ini dipakai di percetakan offset, digital printing, sampai usaha kemasan. Memahami ukuran kertas plano penting karena membeli plano biasanya lebih hemat per lembar dibanding membeli kertas potong, asalkan pola potongnya efisien.
Ukuran plano di Indonesia tidak sepenuhnya mengikuti ISO. Standar internasional punya seri RA dan SRA, yaitu lembar mentah yang sedikit lebih besar dari seri A agar ada ruang untuk bleed dan trimming. Contohnya RA1 berukuran 610 × 860 mm dan SRA1 640 × 900 mm, seperti dirangkum di halaman ISO 217 di Wikipedia. Angka RA1 itu sama dengan plano 61 × 86 cm yang lazim di pasar lokal.
Tabel ukuran kertas plano dan jenis kertasnya
Tabel berikut merangkum ukuran kertas plano yang paling sering ditemui di toko kertas dan distributor. Ketersediaan bisa berbeda antar merek dan gramatur, jadi selalu konfirmasi ke pemasok sebelum memesan.
| Ukuran plano (cm) | Luas (m²) | Jenis kertas yang umum | Contoh pemakaian |
|---|---|---|---|
| 61 × 86 | 0,525 | HVS, BC (brief card), kertas gambar | Map, kartu, buku gambar |
| 65 × 90 | 0,585 | HVS, art paper, art carton | Brosur, leaflet |
| 65 × 100 | 0,650 | HVS, art paper, matt paper, art carton, kalkir | Buku, majalah, A3+ digital printing |
| 79 × 109 | 0,861 | Art paper, art carton, duplex, kraft, fancy, kertas undangan | Kemasan, kalender, undangan |
| 90 × 120 | 1,080 | Duplex, kraft | Kotak besar, kemasan industri |
Untuk karton tebal seperti board atau greyboard, ukurannya berbeda lagi. Board lokal umumnya 63,5 × 79 cm atau 64 × 74 cm, sedangkan board impor 70 × 100 cm atau 75 × 100 cm. Penjelasan karakter tiap kertas bisa dibaca di artikel perbedaan art paper dan art carton serta jenis kertas kemasan.
Berapa ukuran potongan 1/2, 1/4, dan 1/8 plano?
Percetakan jarang memakai plano utuh langsung ke mesin cetak kecil. Plano dibelah dulu menjadi pecahan. Istilah 1/2 plano berarti dibagi dua, 1/4 plano dibagi empat, dan seterusnya. Tabel ini menunjukkan hasil belahan tanpa sisa potong.
| Ukuran plano (cm) | 1/2 plano | 1/4 plano | 1/6 plano | 1/8 plano |
|---|---|---|---|---|
| 61 × 86 | 61 × 43 | 30,5 × 43 | 30,5 × 28,7 | 30,5 × 21,5 |
| 65 × 90 | 65 × 45 | 32,5 × 45 | 32,5 × 30 | 32,5 × 22,5 |
| 65 × 100 | 65 × 50 | 32,5 × 50 | 32,5 × 33,3 | 32,5 × 25 |
| 79 × 109 | 79 × 54,5 | 39,5 × 54,5 | 39,5 × 36,3 | 39,5 × 27,3 |
| 90 × 120 | 90 × 60 | 45 × 60 | 45 × 40 | 45 × 30 |
Perhatikan baris 65 × 100 cm. Belahan 1/4 plano menghasilkan 32,5 × 50 cm. Setelah dirapikan menjadi 32,5 × 48,3 cm, lembar inilah yang dikenal sebagai A3+ di mesin digital printing. Itu sebabnya plano 65 × 100 cm sangat populer di usaha print on demand.
Berapa lembar A3+, A4, F4, dan A5 dari satu plano?
Hitungan di bawah memakai jarak potong 3 mm antar potongan, sesuai kebutuhan desain yang punya bleed. Kedua orientasi sudah dicek dan yang ditampilkan adalah hasil terbanyak dengan pola grid sederhana. Ukuran yang dipakai: A3+ 32,5 × 48,3 cm, A4 21 × 29,7 cm, F4 21,5 × 33 cm, dan A5 14,8 × 21 cm.
| Ukuran plano (cm) | A3+ | A4 | F4 | A5 |
|---|---|---|---|---|
| 61 × 86 | 2 | 8 | 4 | 16 |
| 65 × 90 | 2 | 9 | 4 | 16 |
| 65 × 100 | 3 | 9 | 6 | 18 |
| 79 × 109 | 4 | 10 | 10 | 25 |
| 90 × 120 | 4 | 16 | 12 | 28 |
Ada catatan penting untuk A3+. Jika kertas polos hanya dibelah empat tanpa jarak potong, plano 65 × 100 cm tetap menghasilkan 4 lembar 32,5 × 50 cm. Angka 3 lembar di tabel berlaku saat setiap potongan butuh jarak 3 mm. Untuk A4, plano 79 × 109 cm hanya unggul tipis atas 65 × 100 cm (10 lawan 9 lembar), sehingga harga per lembar plano menjadi penentu pilihan.
Cara menghitung jumlah potongan dari ukuran kertas plano
Rumusnya sederhana dan bisa dipakai untuk ukuran apa saja, termasuk kartu nama atau label.
- Tambahkan jarak potong ke ukuran jadi. Contoh A4 dengan jarak 3 mm menjadi 21,3 × 30 cm.
- Bagi sisi plano dengan sisi potongan, lalu bulatkan ke bawah. Pada 79 × 109 cm: 79 ÷ 30 = 2 dan 109 ÷ 21,3 = 5.
- Kalikan kedua hasil: 2 × 5 = 10 lembar A4.
- Ulangi dengan orientasi diputar (79 ÷ 21,3 = 3 dan 109 ÷ 30 = 3, hasilnya 9), lalu pilih yang terbanyak.
Potongan terakhir di tepi tidak perlu jarak tambahan, jadi pada praktiknya Anda boleh menambahkan 0,3 cm ke sisi plano sebelum membagi. Pola campuran (sebagian tegak, sebagian rebah) kadang menambah 1 lembar, tetapi membuat proses potong lebih rumit. Contoh penerapan pada produk jadi ada di panduan ukuran booklet dan ukuran kalender.

Cara menghitung berat kertas plano per rim
Gramatur (gsm) adalah berat kertas per meter persegi. Karena itu berat satu lembar plano = luas plano (m²) × gramatur. Satu rim berisi 500 lembar, sehingga berat per rim = luas × gramatur × 500 ÷ 1.000 kg. Angka ini berguna untuk memperkirakan ongkos kirim dan beban rak gudang.
| Plano (cm) | Gramatur | Berat per lembar | Berat per rim (500 lembar) |
|---|---|---|---|
| 61 × 86 | 80 gsm | 42,0 g | 21,0 kg |
| 65 × 100 | 80 gsm | 52,0 g | 26,0 kg |
| 65 × 100 | 260 gsm | 169,0 g | 84,5 kg |
| 79 × 109 | 150 gsm | 129,2 g | 64,6 kg |
| 79 × 109 | 260 gsm | 223,9 g | 111,9 kg |
| 79 × 109 | 310 gsm | 266,9 g | 133,5 kg |
Kertas tebal seperti art carton 260 gsm atau lebih kerap dijual per pak isi kurang dari 500 lembar. Isi per pak tergantung pabrik, jadi tanyakan langsung saat memesan. Untuk kertas tulis kantor, lihat juga ukuran dan ketebalan kertas HVS serta ukuran kertas folio.
Tips memilih ukuran plano agar sisa kertas minimal
- Hitung dulu hasil per plano untuk minimal dua ukuran kertas plano, lalu bandingkan harga per potongan, bukan harga per lembar plano.
- Cek arah serat kertas pada label rim. Lipatan yang searah serat lebih rapi, terutama pada kertas di atas 150 gsm.
- Sesuaikan dengan area cetak mesin. Mesin digital printing A3+ cocok dengan belahan 1/4 plano 65 × 100 cm.
- Manfaatkan sisa potongan untuk produk kecil seperti hang tag, kartu ucapan, atau label harga.
Mesin potong Maxipro untuk membelah kertas plano
Plano utuh 79 × 109 cm butuh mesin dengan lebar potong di atas 100 cm, kelas yang tidak tercantum dalam daftar di bawah. Karena itu banyak percetakan membeli plano yang sudah dibelah 1/2 atau 1/4 di distributor, lalu memotongnya menjadi ukuran jadi di tempat. Pilih mesin sesuai ukuran kertas plano dan belahan yang paling sering Anda pakai. Berikut spesifikasi mesin potong Telson yang tercantum di halaman produk Maxipro.
| Model | Lebar potong maks. | Tebal tumpukan | Data lain (sesuai halaman produk) | Cocok untuk |
|---|---|---|---|---|
| Telson MP858 ST (manual) | 43 × 41 cm | tidak dicantumkan | Sistem manual | Potongan kecil, sampel |
| Telson MP490 ST | 49 cm | tidak dicantumkan | Elektrik otomatis | A3+ dan 1/8 plano |
| Telson MP520H HZUN | 52 cm | 8 cm | 40 kali/menit, 2.000 watt, 30 memori | 1/4 plano 65 × 100 (32,5 × 50 cm) |
| Telson 670GP Hydraulic | 67 cm | 80 mm | Akurasi ±0,3 mm, 40 kali/menit, 3 phase, 500 memori | 1/2 plano 65 × 100 (65 × 50 cm) |
| Telson 720LW Hydraulic | 72 cm | 80 mm (sekitar 800 lembar) | 3.000 watt 1 phase, potong minimal 30 mm, 130 memori | 1/2 plano 61 × 86 dan 65 × 100 |
Detail tiap model ada di halaman Telson 670GP Hydraulic dan Telson 720LW Hydraulic. Jika masih menimbang kelas mesin, baca panduan jenis mesin potong kertas dan ukuran mesin potong kertas.
FAQ seputar ukuran kertas plano
Ukuran plano yang paling umum di Indonesia adalah 65 × 100 cm dan 79 × 109 cm. Ukuran lain yang sering ditemui adalah 61 × 86 cm, 65 × 90 cm, dan 90 × 120 cm untuk duplex atau kraft.
1/4 plano 65 × 100 cm berukuran 32,5 × 50 cm, sedangkan 1/4 plano 79 × 109 cm berukuran 39,5 × 54,5 cm. Ukuran 32,5 × 50 cm biasanya dirapikan menjadi A3+ 32,5 × 48,3 cm.
Dengan jarak potong 3 mm, satu plano 79 × 109 cm menghasilkan 10 lembar A4. Pada plano 65 × 100 cm hasilnya 9 lembar A4.
Jika dibelah empat tanpa jarak potong, hasilnya 4 lembar 32,5 × 50 cm. Jika tiap potongan butuh jarak potong 3 mm untuk bleed, hasilnya 3 lembar A3+ 32,5 × 48,3 cm.
Kertas plano adalah lembar besar dari pabrik yang belum dipotong. Kertas potong sudah dipotong ke ukuran pakai seperti A4 atau F4. Plano umumnya lebih murah per lembar, tetapi butuh mesin potong.
Kalikan luas plano dalam meter persegi dengan gramatur, lalu kalikan 500 dan bagi 1.000 untuk hasil dalam kilogram. Contohnya art carton 260 gsm ukuran 79 × 109 cm beratnya sekitar 111,9 kg per rim.
Untuk belahan 1/2 plano 65 × 100 cm (65 × 50 cm) dibutuhkan lebar potong minimal sekitar 67 cm. Untuk belahan 1/4 plano 65 × 100 cm, mesin dengan lebar potong 52 cm sudah cukup.
Kesimpulan
Ukuran kertas plano yang wajib dihafal pelaku percetakan adalah 65 × 100 cm dan 79 × 109 cm, dengan 61 × 86, 65 × 90, dan 90 × 120 cm sebagai pelengkap. Pilih plano berdasarkan hasil potongan dan harga per potongan, bukan sekadar harga per lembar. Agar pembelahan plano cepat dan presisi, lihat pilihan mesin potong kertas Maxipro dan konsultasikan kebutuhan usaha Anda dengan tim Maxipro di Surabaya.















