Mendekati musim liburan, begitu banyak agenda yang bisa direncanakan untuk menghabiskan waktu luang. Bagi seseorang, liburan bisa dilakukan dengan bersantai seharian di rumah atau bahkan travelling. Dan pada akhir tahun, kegiatan liburan yang biasa dilakukan adalah perjalanan ke tempat wisata oleh rombongan keluarga.

Bagi kalian yang berada di tempat wisata, pasti suasana yang ramai akan segera kalian dapati selama beberapa waktu ke depan. Lalu, dengan adanya arus pengunjung liburan, bukankah ini saatnya untuk memanfaatkan kesempatan untuk berbisnis?

 

DTG Dan DTF, Mana Sih Yang Paling Cocok Buat Kamu? - Maxipro.co.id

 

Salah satu bisnis yang paling mudah untuk dilakukan adalah dengan mencetak sablon tempat wisata atau hal yang khas di daerah kalian pada kaos. Meskipun terkesan sepele, namun kaos itu bisa menjadi oleh-oleh bagi tetangga dan sanak saudara di wilayah asal para pengunjung.

Teknik untuk mencetak sablon pada kaos memang ada banyak, namun yang paling sering digunakan adalah DTG (direct to garment) dan DTF (direct to film). Keduanya memang sangat cocok untuk pencetakan pada barang-barang yang kecil dan bahkan penggunaan yang personal, karena memungkinkan pula untuk custom.

Tapi, teknik cetak sablon mana ya yang kira-kira cocok dengan bisnis kalian? Yuk simak artikel dari Maxipro berikut!

 

Pengertian DTG (Direct To Garment)

 

DTG Dan DTF, Mana Sih Yang Paling Cocok Buat Kamu? - Maxipro.co.id

 

Direct to garment atau cetak langsung ke kain adalah suatu proses mencetak di atas bahan tekstil kain menggunakan tinta cair spesial. Printer DTG biasanya mempunyai plat khusus yang berfungsi untuk menahan media kain pada posisi yang tepat. Sehingga saat dimasukkan ke printer, maka tinta akan disemprotkan atau dicetak langsung ke atas bahan media kain sesuai dengan desain yang diinginkan oleh print head.

 

Pengertian DTF (Direct To Film)

 

DTG Dan DTF, Mana Sih Yang Paling Cocok Buat Kamu? - Maxipro.co.id

 

Direct to film atau cetak langsung pada film adalah teknik cetak yang unik, dikarenakan tidak hanya melibatkan mesin cetak dan bahan kain sebagai media, namun juga membutuhkan kertas khusus atau yang dikenal dengan nama film. Kertas film ini berfungsi sebagai perantara, karena setelah desain dicetak pada kertas film, nantinya akan ditransfer pada media kain.

DTF membutuhkan proses pentransfer panas untuk bisa memindahkan hasil print dari kertas film ke kain, yang mana hasilnya tentu memiliki karakter yang juga tahan lama seperti hasil sablon tradisional pada umumnya.

 

Perbedaan dasar antara DTG dan DTF

Berdasarkan pengertian dari DTG dan DTF diatas, ada perbedaan antara kedua teknik cetak sablon itu, yakni:

Persiapan pada bahan atau media

Sebelum melakukan kegiatan mencetak menggunakan sablon DTG, diperluka persiapan atas media yang akan dicetak, sebagai contoh adalah kaos. Hal ini sangat diperlukan karena nantinya prosesnya akan dilakukan langsung pada kain, sehingga diperlukan untuk menghangatkan kain terlebih dulu. Proses penghangatan kain ini dilakukan untuk memastikan tintanya nanti bisa menempel dengan sempurna.

Namun, hal ini tidak berlaku pada sablon DTF. Dikarenakan saat proses cetak nanti akan dilakukan pada kertas film, yang baru nanti setelahnya akan di transferkan ke kaos, jadi tidak perlu menghangatkan kaos.

Metode cetak

Memiliki pengertian sebagai mencetak langsung ke media kain, tentunya DTG mempunyai proses mencetak yang lebih singkat sehingga tidak memerlukan transfer dari satu media ke media lainnya. Proses ini dinilai cukup mempersingkat waktu dibandingkan DTF.

Sedangkan pada DTF, proses pencetakan dilakukan langsung pada kain. Desain yang diinginkan terlebih dulu di cetak pada media kertas film sebelum ditaruh ke dalam kain. Prosesnya memang akan lebih lama dibanding DTG karena memerlukan media lain dan tidak langsung ke kain.

Tinta putih

Pada teknik cetak sablon DTG, tinta warna putih digunakan sebagai alas warna lainnya dengan menempatkannya di atas tinta warna utama seolah sapuan putih yang tipis. Warna putih diberikan untuk memastikan tidak ada percampuran warna nantinya. Untuk menghindari warna putih lebih dominan dari tinta desain aslinya, bisa memberikan beberapa sapuan saja.

Hampir sama dengan DTG, penggunaan tinta putih pada DTF juga digunakan sebagai alas, namun prosesnya berbeda. Dalam pemberian warna, tinta putih diberikan pada lapisan di atas warna asli desain. Setelah proses pentransferan desain ke kain, maka secara tak langsung lapisan tinta putih yang sebelumnya berada di atas akan menjadi bagian dasar atau alas dari warna asli desain.

Media atau kain

 

DTG Dan DTF, Mana Sih Yang Paling Cocok Buat Kamu? - Maxipro.co.id

 

Proses sablon DTG hanya bisa dilakukan pada bahan kain katun. Alasannya adalah karena bahan katun berasal dari serat alami seperti serat bambu dan kapas yang menyebabkan bahan kain ini bisa menyerap tinta DTG dengan mudah.

Di sisi lain, sablon DTF memiliki kelebihan berupa bisa digunakan pada berbagai macam jenis bahan kain. Hanya saja, bahan kain yang direkomendasikan haruslah yang tahan panas, mengingat nantinya akan ditransfer desain dari kertas film ke media yang dikehendaki. Contoh kain katun, polyster, kanvas, dan lain-lain.

Bubuk perekat (adhesive powder)

DTG Dan DTF, Mana Sih Yang Paling Cocok Buat Kamu? - Maxipro.co.id

 

Pengertian adhesive powder atau bubuk perekat adalah bubuk yang bersifat lengket dan merekatkan hasil sablon atau print dari tinta dan desain yang digunakan. Fungsinya adalah untuk membuat hasil akhir dari cetak sablon atau print menjadi terlihat solid.

Pada penggunaan teknik cetak sablon DTG, bubuk perekat untuk transfer desain ini tidak diperlukan. Dikarenakan proses DTG sendiri sudah memberikan desain langsung ke media kain, tanpa perlu media ketiga lainnya.

Dengan digunakannya bubuk perekat ini, prosesnya setelah mencetak desain dan tinta ke kertas film. Dalam beberapa jenis mesin printer yang dikhususkan untuk teknik cetak sablon DTF, pemberian bubuk perikat bisa dihilangkan karena biasanya sudah termasuk dalam proses dari printer itu sendiri.

Hasil jadi

Di akhir proses cetak sablon DTG, kalian perlu memberikan tekanan akhir pada bahan media yang digunakan. Kegiatan ini untuk memastikan bahwa proses pencetakan tidak miring dan sesuai dengan desain yang ada. Setelahnya, hasil pencetakan sudah bisa dikatakan selesai.

Tidak jauh berbeda, pada cetak sablon DTF memiliki hasil akhir berupa memberikan tekanan pada kertas film yang ditempelkan pada bahan kain yang diingkan. Biasanya, orang-orang menggunakan setrika untuk menekan sekaligus menghangatkan media kain, jadi desain pada film bisa berpindah secara langsung ke media yang diinginkan.

 

Apa sudah punya gambaran tentang pilihan kalian?

Mungkin kelihatannya, cetak sablon DTF memiliki keunggulan dibandingkan DTG, namun sebenarnya kedua teknik mempunyai sektor dan kegunaan yang berbeda. Meskipun begitu, keduanya bisa kalian lakukan dalam usaha kalian, tergantung kebutuhan dan penawaran kerja yang kalian ambil.

Jika usaha yang kalian miliki termasuk kecil atau menengah ke bawah, DTF adalah yang cocok. DTF menawarkan hasil yang bagus serta modal yang tidak terlalu besar. Sedangkan untuk DTG, dikarenakan perkembangan zaman yang ada kini memiliki berbagai jenis mesin baru dengan plat dan teknik beragam, menjadikan sablon DTG bisa bekerja lebih fleksibel dan tidak memakan waktu lama.

Selain dengan sablon cetak DTG dan DTF, Maxivers bisa juga loh menambahkan hiasan tertentu pada media yang diinginkan. Misalnya disamping menjual kaos, kalian juga menyediakan tas kain sablon, jadi kalian bisa menambahkan pernak-pernik atau hiasan tertentu pada tas kain sablon. Tas kain sablon yang sudah dipercantik, bisa meningkatkan nilai jualnya juga.

Maxipro mempunyai Mesin Lem Hot Melt Portable yang bisa digunakan untuk menempel berbagai media dengan rekat. Tidak hanya pada kertas, lem hidup yang ada di dalam Mesin Lem Hot Melt Portable bisa merekatkan karton dan kain juga loh.

Bentuk mesin yang kecil dan pengoperasiannya yang mudah tentu akan sangat membantu menyelesaikan pekerjaan Maxivers. Begitu pula dengan daya rekat yang kuat serta kualitas mesin terbaik, mampu memberikan kenyamanan bagi kalian. Informasi lebih lengkapnya, bisa kalian lihat di halaman ini ya!

 

Mesin Lem Hot Melt Portable

Semoga artikel dari Maxipro kali ini bisa bermanfaat bagi kalian ya, Maxivers. Jika membutuhkan bantuan lebih lanjut mengenai kebutuhan bahan dan mesin percetakan untuk usaha percetakan, bisa menghubungi call center kami di bawah ini.

Yuk langsung saja kunjungi dan belanja di website kami yaaa !!!

DTG Dan DTF, Mana Sih Yang Paling Cocok Buat Kamu? - Maxipro.co.id