Cara Mudah Membuat Nota - Maxipro

Bagaimana cara membuat nota sendiri yang tepat untuk usaha kalian? Jika itu pertanyaanmu, maka membaca artikel ini hal yang tepat! Karena pada artikel kali ini Maxipro akan memberikan contoh cara membuat nota.

Dalam proses transaksi dunia bisnis nota penjualan merupakan hal yang penting, karena ini merupakan bukti pembelian. Tanpa adanya bukti atau nota, konsumen akan merasa tidak memiliki garansi atas barang atau jasa yang dibeli.

Cara Mudah Membuat Nota - Maxipro

Dengan nota penjualan, pembeli dapat melihat secara rinci jenis dan harga barang yang dibeli, sekaligus ini memudahkan toko atau usaha kalian dalam merekap total pemasukan dan pengeluaran.

Kasus lainnya ialah ketika konsumen ingin mengajukan komplain, tetapi tidak memiliki bukti disinilah peran nota dibutuhkan.

Nota juga dapat digunakan untuk merekap dan mengecek ulang barang-barang yang dibeli, atau untuk meminimalisir kesalahan.

Pengertian Nota Penjualan

Nota merupakan bukti transaksi yang paling umum digunakan. Dalam dunia bisnis, nota diartikan sama dengan invoice dan faktur meskipun pada dasarnya nota, faktur, maupun invoice tidak memiliki perbedaan.

Fungsi Nota

Nota pada umumnya berisi daftar barang atau jasa yang dibeli. Nota diberikan langsung kepada konsumen atau pembeli offline maupun online dengan transaksi langsung diselesaikan tanpa menunggu jatuh tempo. Fungsi nota sendiri yaitu sebagai:

  1. Catatan daftar belanja atau penjualan berdasarkan kategorinya masing-masing.
  2. Informasi jumlah harga barang atau jasa yang dijual.
  3. Bukti transaksi yang sah.
  4. Penguat kepercayaan konsumen terhadap produsen/penyedia barang atau jasa.
  5. Sumber data dalam menyusun laporan pembukuan keuangan toko.

Isi Nota

Saat ini sudah banyak pengusaha menggunakan nota penjualan dalam bentuk kertas. Selain lebih praktis juga menarik tampilan fisiknya. Dalam nota ada beberapa informasi yang harus di masukkan ke dalam nota penjualan:

  • Waktu keluarnya nota (hari dan tanggal)
  • Identitas toko, pemilik, atau perusahaan
  • Kategori produk yang dijual ke pelanggan
  • Jumlah produk yang diberikan
  • Harga yang harus dibayar
  • Tanda tangan sebagai bukti sah transaksi

Baca juga : Creasing dan Scoring Menghindari Keretakan Pada Lipatan

Jenis-jenis Nota

Secara umum, nota yang ada di masyarakat bisa dikelompokkan menjadi beberapa jenis, antara lain:

1. Nota penjualan

contoh desain nota penjualan

Sesuai namanya, nota penjualan dipahami sebagai bukti atas terjadinya sebuah transaksi pembelian barang atau jasa yang dibayarkan baik secara tunai maupun memiliki tempo. Kegunaan nota ini untuk diberikan kepada pembeli sebagai bukti pembayaran sekaligus pembayaran.

Nota ini biasanya memiliki 2 rangkap dengan lembar pertama yang berwarna putih untuk pembeli dan lembar kedua berwarna merah muda untuk penjual sebagai dokumen pembukuan. Sehingga kedua belah pihak memiliki nota masing-masing sebagai pegangan.

Selain berupa kertas, kalian bisa menyimpan nota pembelian dalam bentuk file Excel yang mana bertujuan sebagai data jangka panjang. Karena jika hanya mengandalkan bukti fisik, maka rentan terkena kerusakan atau bahkan hilang.

2. Nota Kontan

Hampir sama seperti nota penjualan, namun untuk nota jenis ini dikhususkan bagi pembeli yang melakukan pembayaran secara langsung baik tunai maupun dalam bentuk lainnya secara lunas saat itu juga saat kegiatan jual beli berlangsung. Adanya nota kontan menegaskan bahwa pembayaran telah selesai dan tak memiliki tempo.

3. Nota Kredit

Pengertian nota ini adalah nota yang dikeluarkan untuk menjadi bukti pengurangan piutang usaha. Hal ini terjadi dikarenakan adanya kesalahan saat pengiriman barang maupun penurunan harga barang, yang mana membuat kalian sebagai penjual harus mengembalikannya kepada pembeli.

4. Nota Debit

Berbanding terbalik dengan nota kredit, jenis nota ini digunakan untuk menjelaskan adanya pengurangan terhadap utang usaha, seperti pengembalian barang yang telah dibeli karena berbagai hal atau juga penurunan harga barang yang pembeli buat. Sehingga bisa dipahami jika nantinya nota debit menjadi acuan pembeli untuk melunasi utang usaha yang telah mengalami pengurangan.

Nota biasanya dibuat dua rangkap menggunakan kertas NCR. Kertas NCR adalah kertas yang digunakan untuk menduplikasi catatan. Satu nota diberikan kepada pembeli, sementara duplikatnya disimpan penjual sebagai arsip. Jadi kedua belah pihak memiliki bukti transaksi.

Lalu, Apa Yang Dimaksud Dengan Kertas NCR?

buku nota rangkap 4 dengan NCR colour transfer

Buku Nota Rangkap 4

Merupakan singkatan dari No Carbon Required, kertas NCR adalah salah satu jenis kertas berlapis yang digunakan untuk kebutuhan pencetakan dokumen tertentu, seperti kwitansi, lamaran kerja, dan lain-lain. Jenis kertas ini merupakan inovasi dari kertas carbon copying yang dianggap tak terlalu efektif.

Kertas NCR sendiri memiliki 2 macam yaitu Colour Transfer dan Colour Receiver. Berikut adalah penjelasannya:

1. Colour Transfer

Ialah lembaran yang tembus warna sehingga bisa terjiplak pula pada lembar-lembar di bawahnya. Di sana, terdapat sekumpulan tinta berupa mikro kapsul yang nantinya tertuang saat mendapat tekanan baik dari printer maupun pulpen.

2. Colour Receiver

Lembaran ini memiliki lapisan berupa coating clay di bagian atas, yang mana akan bereaksi dengan tinta milik kertas Colour Transfer yang berada di atasnya sehingga meninggalkan bekas tinta yang akan bertahan permanen.

Cara Membuat Nota Penjualan Sendiri

Sebelum membuat desain nota penjualan, ukuran nota penjualan yang paling familiar adalah Nota ukuran folio vertikal yaitu berukuran 16,5 × 10,8 cm yang sering dipakai untuk nota pembayaran di toko-toko. Tapi kalian dapat membuat sesuai keinginan dan kebutuhan kalian.

Untuk mendesain Nota gunakan software yang kalian kuasai seperti coreldraw, excel maupun microsoft word, karena yang terpenting adalah mencantumkan elemen-elemen nota penjualan seperti;

  1. Header : Identitas Toko berikut alamat dan nomor teleponnya, Nama pembeli, tanggal transaksi, Nomor Nota
  2. Isi : Quantity (Jumlah order), Uraian (Jenis Order), Harga per@, Total Harga, Total Belanja, Uang Muka dan Uang Kurang
  3. Penutup : Ucapan terimakasih, kolom tanda tangan penjual dan pembeli, Keterangan tambahan jika diperlukan

Untuk mendapatkan hasil nota yang profesional Maxipro merekomendasikan mesin porforasi. Mesin porforasi atau creasing digunakan untuk memberi tekukan pada kertas. Hasil tekukan lebih rapi dan presisi cocok untuk skala industri menengah.

Baca juga : Cara Mesin Creasing Porforasi Digital Dalam Membuat Undangan

Setelah memahami pentingnya nota dalam proses jual beli, kalian dapat menerapkannya dalam bisnis yang kalian jalani. Dari sisi konsumen nota memberikan rasa aman bertransaksi, sementara dari sisi penjual nota bisa dijadikan bukti pencatatan mengenai jumlah barang yang berhasil dijual dan sebagainya.

Semoga artikel ini bermanfaat, untuk mengetahui mesin finishing terbaik kunjungi website kami Maxipro.co.id.

Tonton Review Perbandingan Mesin Creasing & Porforasi !!!

Yuk langsung saja kunjungi dan belanja di website kami yaaa !!!