Mengenal Perbedaan Warna RGB dan Warna CMYK dalam Dunia Desain - Maxipro

Mengenal Perbedaan Warna RGB dan Warna CMYK dalam Dunia Desain - Maxipro

Desain yang dibuat mungkin sudah terlihat bagus. Namun saat dicetak, warnanya ternyata berbeda dengan apa yang ditampilkan di layar monitor. Jika mengalami hal seperti ini, Anda tidak boleh langsung panik. Karena bisa jadi masalahnya ada pada pilihan warna yang digunakan, yakni warna RGB dan CMYK.

Dalam dunia desain, sedikitnya ada dua format warna yang lazim digunakan. Kedua format warna tersebut adalah warna cmyk dan rgb. Setiap format warna memiliki ruangnya masing-masing. Karena itu, penting untuk memahami keduanya sebelum memulai proses desain.

Apa Itu Warna RGB dan CMYK

Mengenal Perbedaan Warna RGB dan Warna CMYK dalam Dunia Desain - Maxipro

Saat baru memasuki dunia desain, mungkin banyak yang bertanya-tanya. Apa sih format warna rgb dan cmyk?

Dalam proses desain, desain yang dibuat dengan format warna rgb dan cmyk sebenarnya terlihat sama. Tidak banyak perbedaan yang terlihat secara kasat mata. Namun saat dicetak atau ditampilkan di layar atau media yang berbeda, perbedaan tersebut biasanya akan lebih terlihat jelas.

Warna RGB

Istilah RGB sebenarnya merupakan kependekan dari red, green dan blue. Gambar atau warna yang ditampilkan dalam layar monitor, smartphone atau televisi menggunakan format warna yang satu ini. Warna-warna ditampilkan dari perpaduan ketiga warna rgb. Pencampuran warna rgb ini disebut dengan pencampuran aditif.

Jika Anda membuat desain untuk ditampilkan di layar monitor, smartphone atau televisi, format warna rgb adalah pilihan terbaik. Membuat desain dengan format warna rgb akan memudahkan layar untuk menampilkan warna sesuai dengan desain yang dibuat.

Warna CMYK

Format warna cmyk sangat lazim dijumpai dalam dunia percetakan. CMYK sendiri sebenarnya merupakan kependekan dari cyan, magenta, yellow dan key (black). Dalam proses mencetak, empat warna inilah yang dimanipulasi hingga menghasilkan warna-warna yang lebih kaya.

Pencampuran warna cmyk sering disebut dengan pencampuran subtraktif. Warna-warna ini dicampur hingga menghasilkan warna yang diinginkan. Biasanya, format warna cmyk digunakan untuk desain yang memang ingin dicetak, seperti stiker, poster atau brosur.

Perbedaan Warna RGB dan CMYK

Mengenal Perbedaan Warna RGB dan Warna CMYK dalam Dunia Desain - Maxipro

Dari pengertian keduanya, dapat dilihat kalau ada perbedaan yang sangat mendasar antara format warna cmyk dan rgb. Anda tidak bisa menggunakan format yang sama untuk media yang sama. Beda tujuan, beda juga format warna yang sebaiknya dipilih. Untuk lebih jelasnya, berikut perbedaan antara warna rgb dan cmyk.

1. Warna Primer yang Digunakan

Sesuai dengan namanya, format warna rgb terdiri dari 3 format warna utama, yakni red (merah), green (hijau) dan blue (biru). Jika ada warna-warna lain, warna-warna tersebut dihasilkan dengan mencampurkan ketiga warna rgb tersebut.

Di sisi lain, format warna cmyk sebenarnya terdiri dari tiga warna utama, yakni cyan, magenta dan yellow. Warna-warna lain dihasilkan dari perpaduan warna-warna tersebut. Saat ketiga warna cmyk dicampurkan dengan intensitas yang sama, warna yang dihasilkan adalah hitam murni.

2. Jenis Pencampuran Warna

Format warna rgb menggunakan jenis pencampuran warna aditif. Pencampuran warna ini dimulai dari warna hitam yang kemudian ditambahkan warna merah, hijau dan biru untuk menciptakan warna yang berbeda.

Pada format warna cmyk, jenis pencampuran warna yang digunakan adalah pencampuran subtraktif. Jenis pencampuran warna ini dimulai dari warna putih kosong yang diturunkan tingkat kecerahannya dengan menambahkan lapisan tinta berwarna cyan, magenta dan yellow hingga menghasilkan warna yang diinginkan.

3. Sifat Warna yang Dihasilkan

Warna yang dihasilkan dari format warna rgb biasanya terlihat lebih alami. Gambar yang dibuat dari format warna ini akan terlihat lebih hidup. Sedangkan pada format warna cmyk, warna-warna yang dihasilkan biasanya lebih cerah.

4. Rentang Warna RGB dan CMYK

Meski jumlah warna utamanya pada dasarnya sama, warna rgb memiliki rentang warna yang lebih luas. Hal ini bisa dilihat saat membandingkan antara rentang warna rgb dengan rentang warna cmyk.

Perbedaan rentang warna ini sering mengakibatkan adanya sedikit degradasi warna saat sebuah desain dikonversi dari format digital ke format cetak. Itulah kenapa sebelum dicetak atau saat sebuah desain yang ingin dicetak dibuat, sebaiknya Anda langsung menggunakan format warna cmyk.

5. Format File RGB dan CMYK

Format warna rgb biasanya dijumpai pada file-file gambar digital seperti JPG, PNG, GIF dan lain-lain. Sebaliknya, karena dirancang untuk format cetak, format warna cmyk lebih sering dijumpai pada file-file seperti EPS, PDF dan sejenisnya.

6. Aplikasi dalam Desain

Format warna rgb dan cmyk memiliki ruang penerapan yang berbeda. Format rgb biasanya digunakan untuk karya-karya digital. Di sisi lain, format warna cmyk lebih sering digunakan pada pekerjaan cetak, seperti cetak brosur, poster dan spanduk.

Fungsi Warna RGB dan CMYK

Mengenal Perbedaan Warna RGB dan Warna CMYK dalam Dunia Desain - Maxipro

Pada dasarnya format RGB dan CMYK sama-sama digunakan untuk tujuan desain. Keduanya sama-sama bermain dengan warna. Namun karena perbedaan karakter, seperti warna utama yang digunakan dan jenis pencampuran membuat format RGB dan CMYK memiliki fungsi yang berbeda.

Format warna rgb lebih cocok digunakan untuk membuat karya digital, baik itu desain ataupun gambar untuk ditampilkan di layar. Jadi jika gambar tersebut dibuat untuk ditampilkan di website atau media sosial, format warna inilah yang digunakan.

Untuk membuat desain atau gambar yang akan dicetak ke dalam bentuk fisik, seperti brosur dan poster, format warna yang digunakan adalah warna cmyk. Jadi jika Anda berencana mencetak desain yang dibuat, pastikan format warnanya menggunakan cmyk.

Mencetak desain dengan format warna rgb sebenarnya bisa dilakukan. Begitu juga sebaliknya. Meski demikian, warna yang ditampilkan biasanya akan berbeda. Warna yang terlihat di layar monitor dengan warna hasil cetakan biasanya tidak akan sama.

Memilih Format Warna yang Tepat untuk Percetakan

Mengenal Perbedaan Warna RGB dan Warna CMYK dalam Dunia Desain - Maxipro

Setiap format warna dibuat untuk tujuan yang berbeda. Karena itu, Anda harus tahu format warna yang sebaiknya dipilih untuk tujuan tertentu. Untuk percetakan, khususnya cetak stiker, pilihlah format warna cmyk. Karena cara kerja mesin cetak yang menggunakan format warna ini sebagai acuannya, antara warna desain dengan warna setelah dicetak biasanya tidak akan berbeda jauh.

Kesimpulan

Untuk membuat stiker, Anda akan membutuhkan beberapa alat. Selain mesin cetak, Anda juga membutuhkan mesin potong untuk memotong stiker yang sudah dicetak. Pekerjaan seperti ini memang bisa diselesaikan dengan gunting atau stiker. Tapi kalau dalam satu lembar ada banyak stiker ada banyak lembaran kertas stiker yang harus dipotong, memotongnya secara manual tentu akan sangat memakan waktu.

Memotong stiker sebenarnya bisa jauh lebih mudah dengan mesin label cutting. Mesin ini akan memotong kertas, stiker atau cover dengan lebih cepat. Untuk memotong kertas sesuai dengan pola yang diinginkan, biasanya Anda membutuhkan mata pisau yang dibuat secara khusus. Namun dengan mesin label cutting, hal tersebut tidak perlu lagi.

Cari mesin label cutting yang bisa diandalkan? Di Maxipro Anda bisa mendapatkannya dengan harga yang sangat kompetitif.

Yuk langsung saja kunjungi dan belanja di website kami yaaa !!!