Mengenal Perbedaan Hot Print dan Cold Print - Maxipro

Mengenal Perbedaan Hot Print dan Cold Print - Maxipro

Bagi orang lain, membeli perlengkapan alat tulis berupa kertas buku adalah kesukaan tersendiri, karena ketika mereka melihat buku tulis yang dimiliki, dan tentunya dengan gambar atau desain yang mereka suka, akan lebih menarik dan semangat dalam menulis catatannya disana. 

Kalian pernah lihat buku dengan desain sampul yang berkilau? Atau hasil cetak timbul? Dalam bahasa percetakan sering disebut stamping foil atau dikenal dengan hot print atau poly emboss.

Stamping foil merupakan produk berbahan baku plastik polyester yang dilapisi degan bahan resin khusus. Stamping foil merupakan salah satu teknik cetak foil yang biasa digunakan sebagai pelapis atau dekorasi produk berbahan kertas, plastik, kain, atau kayu bahkan kulit.

Untuk melakukan print foil dapat diimplementasikan memakai hot foil dengan teknik hot print dan cold foil dengan teknik cold print. Namun, mungkin kalian penasaran apa perbedaan keduanya. Berikut ini adalah sedikit penjelasannya;

Definisi Cetak Cold Foil atau Cold Print

Mengenal Perbedaan Hot Print dan Cold Print - Maxipro

Cold print juga dikenal sebagai pencetakan foil dingin, ini merupakan metode modern yang menggunakan substrat untuk memperindah produk yang sudah jadi. Cold print juga dapat dikombinasikan dengan laminasi dingin dan laminasi kering versi lama.

Metode cold print adalah hasil evolusi dari hot print dimana bekerja menggunakan mekanisme offset printing dan flexographic printing yang menggunakan sinar UV.

Bagaimana proses kerja cold print?

Cold Foil Printing Machine

Proses Kerja dari cold print tidaklah beda jauh dengan teknik laminasi foil, dimana gambar atau tulisan dicetak ke substrat yang kemudian dikeringkan menggunakan sinar UV. Proses pembuatan cetakan substrat UV disebut sebagai flexographic printing.

Selanjutnya substrat UV yang telah siap dipasangkan pada roll offset printing khusus cold foil. Dimana ketika mesin dijalankan lembaran kertas cold foil akan dilewatkan melalui roll yang disinari dengan cahaya UV.

Sehingga cold foil akan menempel ke permukaan produk sesuai dengan bentuk desain yang tercetak dalam substrat UV pada roll mesin offset. Setelah cetakan sudah selesai hasilnya akan terlihat seperti di-varnish dan dilaminasi.

Definisi Hot Stamping atau Hot Print

Hot stamping atau biasa disebut hot print adalah salah satu metode penting dekorasi pada permukaan produk plastik, karena memberikan tampilan menarik, berkilau dan luar biasa. Hot print adalah metode cetak yang menggunakan foil warna yang ditransferkan dengan suhu tinggi.

Namun pada saat kemunculan pertamanya hot print banyak menimbulkan polusi. Sampai pada tahun 1970 diciptakan metode hot print baru, non polusi. Juga muncul beberapa variasi prosesnya setelah tahun 1970. Sehingga menjadi salah satu metode dekorasi lapisan produk yang semakin digemari.

Cetak poly pada umumnya lebih sering digunakan oleh pelaku usaha cetak undangan pernikahan dan sejenisnya. Hot print emas adalah teknik yang digunakan untuk membuat teks menjadi mengkilap menggunakan tinta emas dan semacamnya. Bahan pembuat tinta emas untuk teks disebut foil.

Teknik hot print emas biasanya dipadukan dengan hot print emboss. Hot print emboss adalah sebuah teknik didunia percetakan, dimana tulisan atau gambar nampak mengkilap dan timbul. Hasil dari kedua teknik ini akan menjadikan desain produk menjadi lebih elegan.

Bagaimana proses kerja hot print?

Cetak hot foil dengan mesin hot stamping taiwan

Proses hot print dilakukan menggunakan “die” yaitu sejenis plat tebal berdimensi persegi panjang yang salah satu sisinya dibentuk atau diukir membentuk molding (cetakan atau logo). Dimana dipakai untuk mentransfer pita foil ke media yang diinginkan dengan cara ditekan dan dipanaskan.

Baca Juga: Mengenal Berbagai Bahan dan Jenis Die Hot Print

Umumnya pada mesin hot stamping memanfaatkan memanfaatkan tekanan air atau angin untuk menekan die dengan lembaran foil. Terdapat juga mesin hot print digital yang tidak memerlukan die untuk mencetak foil ke atas permukaan kertas, kulit, ataupun karton.

Dalam proses hot print, dibawah pita foil adalah barang yang ingin kita cetak, dan dibawahnya terdapat piringan plat yang akan menahan barang cetakan ketika “die” turun. Namun, juga terdapat beberapa teknik hot print yang caranya mirip seperti lithograph ataupun offset.

Perbedaan Hot Print dan Cold Print

Dalam pembahasan cetakan timbul, seperti yang banyak diaplikasikan pada sampul buku, simak artikel “Cetakan Timbul Emboss dan Deboss” untuk lebih memahami jenis dan perbedaannya. Sebab tak terelak menambahkan cetak foil menjadi cara efektif untuk meningkatkan daya tarik.

Di atas tadi adalah penjelasan tentang hot print dan cold print sekaligus cara kerjanya. Lalu apa saja perbedaan dari hot print dan cold print ?

Ada 4 perbedaan antara cold print dan hot print adalah :

    1. Cara pengaplikasian dan bahan-bahan yang dapat diaplikasikan.
    2. Cold print diaplikasikan pada bahan yang benar-benar halus dan rata, sedangkan hot print dapat diaplikasikan pada bahan yang kasar dan kertas bertekstur.
    3. Hot print dapat dikombinasikan dengan emboss, sedangkan cold print tidak bisa dikombinasikan dengan emboss.
    4. Perbedaan hasil tampilan relatif sama. Cold print memiliki tampilan yang benar-benar rata, sedangkan hot print sedikit terangkat. Namun, baik hot print dan cold print bisa diaplikasikan beragam warna dan reflektifitas.

Sekarang tentukan mana yang tepat untuk sampul buku anda, tentukan mulai sekarang. Tidak hanya untuk sampul buku saja, melainkan juga bisa dibuat untuk sampul album foto kenangan bersama pasangan. Mau album foto kenangan bersama pasangan lebih cantik ? yuk simak artikel ini.

Baca Juga: Mengenal perbedaan album foto magazine dan album foto kolase

Tidak hanya terbatas untuk industri percetakan, metode cetak foil juga banyak dimanfaatkan dalam  industri alat tulis, kerajinan, furniture, sampai produk tekstil.

Nah sekarang kita sudah tau perbedaan hot print dan cold print. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan mempermudah kalian yang ingin menambah teknik stamping foil dalam usaha percetakan kalian.

Tonton Juga Video Jenis-jenis Mesin Hot Print Berikut Ini!

Untuk mesin hot stamping sendiri yang digunakan pada teknik hot print, kalian bisa menggunakan Mesin Hot Print Taiwan HX358. Mesin ini sangat direkomendasikan Maxipro, buat kalian yang ingin meningkatkan produktifitas dan kualitas produk kalian.

Kesempatan tidak datang kedua kali lho, yakin gak mau omset naik !!!

Mengenal Perbedaan Hot Print dan Cold Print - Maxipro